Sabtu, 30 Agustus 2008

My Name is Gery Gantara


Dalam benakku aku ingin menjadi orang terkenal dimanapun aku berada semua orang pasti mengenalku. Tetapi sesungguhnya kenikmatan untuk menjadi terkenal sebenarnya hanya keinginan internal individu sendiri yang pada basicnya sebagai manusia memang ingin diakui eksistensinya. Tetapui aku sadar karena di dunia ini aku hanya hidup sekali dan pastinya aku ingin menjadi orang berguna bagi semuanya namun juga sebagai manusia yang memiliki berbagai kekurangan aku relaistis untuk menghadapinya. Aku Gery Gantara manusia biasa bukanlah manusia paripurna yang sempurna, aku mempunyai pemikiran sendiri bahwa orang lain adalah orang lain aku adalah aku. Tidak peduli apa yang terjadi dengan orang lain, namun yang terpenting pandangan terhaadp diri kita sendirilah yang sangat menentukan gambaran diri kita. Dalam artian yang lebih maju rasa sukses sebenarnya sangat relatif tergantung dari kita memaknainya...

Senin, 18 Agustus 2008

Pencarian Jati Diri

Perenungan Makna Diri Sendiri
Nama gw Gery Gantara, my hometown di Tulungagung itu lho sebuah kabupaten yang treletak di paling selatan pulau jawa timur penghasil marmer terbesar se- Indonesia. Dalam introduce my blog saya akan membeberkan sedikit rahasia tentang apa rahasianya pencarian jati diri. Seperti kita ketahui bersama bahwa di dunia semua manusia memiliki bakat dan potensi sendiri-sendiri. Tidak ada satupun manusia yang memiliki kemampuan yang nyaris mirip, walaupun orang itu kembar. Semua memiliki keunikan sendiri-sendiri. Nah dari keunikan tersebutlah maka personal bisa melakukan aktifitas atau dengan kata lain bekerja mendapatkan nafkah hidup dari kemampuannya. Apabila orang tersebut benar-benar menemukan bakat yantg tersimpan dalam dirinya, ibaratnya telah membangunkan naga yang selama ini masih tertidur pulas maka dia akan memiliki karier yang melejit dan dipastikan bahwa orang tersebut akan sukses, walaupun kapasitas sukses itu relatif, yang artinya setiap orang berbeda-beda dalam menafsirkan apa itu arti kesuksesan. Tapi setidaknya orang yang telah benar-benar menemukan potensinya akan merasa bahagia lahir-batin karena benar melakukan apa yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang ia dimiliki.
Dengan kemampuan tersebut selain merasa puas dengan pekerjaan yang ia lakukan, ia juga akan mendapat kontraprestasi besar karena prestasinya yang sangat baik, dikarenakan tentu saja bakatnya memang benar-benar dikondisikan apa yang ia lakukan, yang mungkin tidak sembarang bisa melakukan hal tersebut.
Tapi dalam kenyataannya penemuan zat adiluwih istilahnya dalam diri kita itu sungguh sangat sulit. Ada orang yang pada waktu umur 3 tahun sudah mengetahui bakatnya dalam bidang bermain sepak bola. Maka ketika ia terjun mendalami bidang tersebut ia akan benar-benar dituntun oleh bakat alaminya itu sendiri dan akan sukses menjadi pemain sepak bola yang besar. Ada juga remaja yang pada mulanya sangat takut pada air dan selalu absen pada waktu pelajaran renangnya, suatu ketika dengan bercanda temannya sengaja menceburkan ia ke dalam air, ia pun tergelagap dan akan tenggelam. Tetapi setelah itu ia mulai merasakan ada suatu sensasi kesengan atau rejana yang menggebu-gebu ketika ia akhirnya mulai belajar berenang. Kaki tangannya serta semua tubuhnya benar-benar terkoordinasi rapi dan menghasilkan gerakan renang yang efektif dan cepat. Namun ada juga seumur hidup sampai matipun orang tidak pernah menemukan apa itu yang benar-benar menjadi bakat hidupnya. Artinya dalam semasa hidupnya orang tersebut tidak pernah benar-benar terpuaskan dan hanya mendapat prestasi standar-standar saja. Karena ya, pencarian bakat tidak semudah kita seperti meminta uang saku pada orang tua (karena istilah membalikkan telapak tangan terlalu sering). Di sini diperlukan pengamatan yang benar-benar tepat antara keadaan / situasi, lingkungan, faktor internal (pengenalan kemampuan), emosi, spiritual dan keberuntungan menjadi satu, barulah niscaya kita akan memperoleh sebuah kemampuan yang mana kemampuan tersebut dapat mengubah kita menjadi orang paling sukses yang pernah kita kenal kita.
Berikut tips-tips yang mungkin membantu kita dalam menemukan pencarian jati diri atau bakat:
1). Sering lakukanlah berbagai aktifitas yang berbeda dari waktu ke waktu, dan rasakan pengalaman pertama melakukan hal tersebut apakah kita sudah alami melakukan hal tersebut tanpa belajar ataupun dengan sedikit belajar. Jika kita mudah beradaptasi dengan kegiatan hal tersebut terus asah bakat tersebut, dan mulai rencanakan secara profesional untuk mengembangkan bakat Anda
2). Perbanyak menyerap berbagai pengetahuan, seperti kata pepatah bahwa ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Di sini wawasan dapat memberi kita inspirasi dan basis data apa yang akan kita lakukan dalam menghadapi suatu permasalahan. Berhubungan dengan bakat berbagai informasi yang telah masuk dapat kita filter dan secara meditatif tanyakan kepada diri sendiri apakah bakat terpendam saya?
3). Pelajari gaya hidup orang yang telah sukses baik material ataupun rohani. Kemudian pilih salah satu, pelajarinya life stylenya secara detail dan tanyakan mengapa kita suka pada orang ini? Apakah bakat yang ia miliki juga dapat dilakukan oleh saya? Apakah yang ia lakukan sehingga bisa sesukses ini?
4). Meditasi, para ahli menyimpulkan bahwa meditasi adalah proses perendaman berbagai pikiran-pikiran yang berkecamuk. Ibaratnya adalah ada sebuah gelas yang berisi air keruh kita tidak tahu bagaimana pada dasarnya air itu dan apa yang mebuatair itu kerah tetapi dengan mendiamkannya beberapa menit maka air yang berada di dalam gelas tersebut akan jernih dikarenakan kotoran-kotoran telah mengendapa di bawah. Demikian pula halnya meditasi dapat mengendapkan pikiran-pikiran kita yang kacau sehingga mempengaruhi interprestasinya. Teknik melakukan meditasi yang baik dapat Anda pelari melalui lembaga beladiri tenaga dalam, lembaga Yoga atau sebagainya. Dengan meditasi inspirasi cerdas pun dapat mudah masuk melalui pikiran kita.

NB: Pengetahuan di atas bukan merupakan hasil copy paste dari media, tetapi memang benar-benar murni buah pikiran, pengalaman dan wawasan dari penulis sendiri